Indonesia dan Pena

Indonesia dan Pena
Lomba Cerpen 2011

Sabtu, 15 September 2012

All about Kiyokuni :)

PT.Kiyokuni Indonesia
Sukses itu sederhana, Sukses tidak ada hubungan dengan menjadi kaya raya. Bahkan sukses itu juga tidak serumit atau serahasia seperti kata Robert T. Kiyosaki, Tung Desem Waringin, maupun Rhonda Bhryne The Secret.
Sukses itu tidak perlu dikejar, karena kesuksesan terbesar ada pada dir Anda sendiri. Bagaimana Anda tercipta dari pertarungan jutaan sperma untuk membuahi 1 ovum, itu adalah sukses pertama Anda!
Cerita ini bukan sebuah cerita kesuksesan. Melainkan tulisan amatiran yang saya postingkan sebagai jalan sukses hati saya.
Akhirnya semua akan tiba pada suatu yg biasa. Pada suat ketika yang telah lama kita ketahui. Yah, semua tertuju pada awal baru. Dimana hidup harus tetap melaju.
PT Kiyokuni Indonesia
*Life Starts Here
        28 November 2011, menjadi langkah pertama ku berada di habitat baru tempat ku bernaung. Bersama 4 rekan lainnya bernama Bejo Martono, Deni Hermawan, Darto dan Irvan Firdaus. Dengan tekad setinggi lembah mandalawangi, menerobos maya nya biafra yang keras dan dengan derap hati yang mantap namun tak sekokoh semangat Mahapatih Gajah Mada.
Well, We're coming PT. Kiyokuni Indonesia.
 
                                        Mechanism produksi PT. Kiyokuni Indonesia

          Well, sedikit aku ingin bercerita tentang latar belakang kami yang memang heterogen sekali. Karena sontak aku menjadi terkagum takala seorang HRD (Pak Hendi-Red) meng-assesement dokumen lamaran yang kami bawa saat itu. Inilah mereka rekan seperjuangan ku di kali pertama aku terjun ke dunia kerja.

           Deni Hermawan, remaja berusia 20 tahun itu berasal dari Kabupaten Ciamis. Tak begitu jauh dari tempat asal ku, Majalengka. Dia rupanya pernah bekerja hampir kurang 1 tahun di sebuah gudang bulog kecamatan di daerah kabupatennya. Selebihnya tak ada lagi yang menarik.
Darto, orang jawa daerah Indramayu ini mengingatkan ku pada reval ku dulu di SMK. Yah, gerak-geriknya memang seperti anak yang tak ku sukai kala aku berdebat bahasa Inggris di SMK dulu. Dia sama seperti ku, baru mulai menembus dunia kerja pertama kali.
Bersama Bejo Martono
Irvan Firdaus, kesan pertama berinteraksi dengan orang ini terkesan asyik. Ditambah dialek kepedean yang dibawanya itu akan membuat orang yang diajaknya ngobrol menjadi terbawa suasana.
Bejo Martono, lelaki paruh baya berusia 23 tahun itu sedikit menoreh telinga aku. Tak habis pikir, pengalaman kerja yang ia pernah singgahi seabrek bagi pemikiran ku. Aku mendengar nama PT. Astra Daihatsu Motor, PT. Aisin Indonesia dan PT kayaba Indonesia yang pernah taklukan.
Dan aku, Wandi Kuswandi yang masih polos dengan semua hal tentang Job hanya well-well saja membaur dalam nuansa. Aku yang notabene lebih menyukai edukasi daripada industri di masa muda tentu membuatku setengah-setengah menjalaninya.
Beberapa Members Line O YS
               Diberi 6 hari masa training serasa singkat bagiku, karena sebelumnya aku pernah mendapat kabar dari rekan ku yang telah bekerja di sebuah perusahaan swasta bonafit bahwa training yang telah ia jalankan hampir 2 minggu lamanya.
Keempat rekan ku seakan menikmati materi training yang diberikan oleh beberapa Engenering wanita ber-make up tebal yang seakan tidak merasa kalau dandanannya itu membuat konyol wajahnya. Yang aku heran, engenering itu terlihat percaya diri dengan dandanannya. Mungkin karena dia merasa seperti senior yang ibaratnya sedang mengospek mahasiswa baru kalau di kampus-kampus.

Masa training berlalu sangat cepat, aku dan rekan-rekan ku kini dihadapkan pada kewajiban kami yang sesungguhnya. Pekerjaan yang sebenarnya kurang aku harapkan, yah itu dia "Merakit Mechanism". Model YS, line O yang akan menjadi tempat ku bersama yang lain merakit mechanism yang nanti nya akan dikirim ke PT Indonesia Epson Industry yang menjadi bakal pembuatan printer lokal maupun luar. Dipimpin oleh 3 orang PIC yang terkesan so galak, so berwibawa dan so berkuasa nyatanya membuatku muak melihat tingkah mereka yang lambat laun terasa menyebalkan. Namun apa boleh buat, aku tetap harus mengikuti aturan main perusahaan.
PIC Line O Y 
             Line O, yang members mulanya campuran laki-laki dan perempuan lama kelamaan didominasi oleh members laki-laki. PIC line O kala itu bernama A Jajang Hidayat, Mba Isyana dan A Heri Purwanto. Sedangkan hanya beberapa members mecha dan sub assy yang aku kenal.
Diantaranya yang aku ingat dari stage 1 mecha sampai akhir yakni Sarji, Iwan Setiawan, Al fatah, Ferdi, Irvan Elani, Amin, Muslim, Asmawi, Galih, Bejo Martono, Ngabdurohim, Agus, Lina, Engkos Kasi, Suryadi Syam, Agung Priyambudi, Sehu, Darto, Irvan Firdaus, Deni Hermawan, Masruri, Ramdhan, Sandy, Rassid, Roni, Imam, Diki, Yedi, Candra, Agus Salim, Kiki Cullen, Joko, Sartono, Asrofi, Sugeng Mustafa, Aha Abdul Hakim, Wandi Kuswandi, Moh. Basarudin, Zainul Rahman, Rohman, dan Riyanto.
Sementara untuk members sub assy, tak banyak yang aku kenal. Hanya sekitar 30% dari 100% members sub assy. Diantaranya Manda, Erlin, Edi, Hamim, Aya, Umay, Ahmad Ulumdin, Dewi, Didik Priyanto, Danti, Wahyudin, Turyono, Rohadi, Irfan, Rizal, Dadi, Tatang dan lainnya.

              Pencapaian target dari line O memang paling buruk jika dibandingkan dengan line master YS lainnya. Sebenarnya selain YS, PT Kiyokuni Indonesia juga memproduksi model lain seperti Teresa, Roddes dan M2. Namun yang paling mendominasi adalah line YS.
Last Moment with Aha

          Hampir lebih kurang 3 bulan berlalu, kabar angin perihal pengungaran karyawan pun sontak menjadi trending topic sebagian besar karyawan. Tak terkecuali dengan ku. Aku juga merasa was-was akan di PHK kah aku? Yah, apa pun yang terjadi terima saja. Dalam hidup engga ada jaminan untuk selalu merasa bahagia. Engga ada kepastian tentang apa pun, setiap orang bisa terlempar keluar dari kotak rasa nyamannya secara tiba-tiba.
Hal lain yang membuatku merasa sanksi adalah hampir setiap PIC berkata bahwa anak members nya tidak akan dikeluarkan melainkan diprioritaskan untuk model baru. Perihal yang membuat pikiran ini lega, namun juga sedikit galau. Dimana, sudah tidak akan ada lagi kebersamaan di line O YS tersebut. Yah, maklum hampir banyak kenangan yang tersurat bersama line O. Bermain futsal di beberapa tempat bareng, jalan-jalan ke tempat hiburan, nonton konser, dan lainnya. Kami juga sempat membuat jaket yang berlogokan huruf K di bagian depan dan bertuliskan kalimat Squad Line di bagian belakang. Pencetusnya Sandy, orang yang tidak terlalu ku kenal kala itu.
Buka Bersama MASUO
          Well, kembali ke perihal line baru dan pembubaran line O YS. Siang itu PIC kami yang kebingungan akan nasib members nya dan gundah gulana members line O yang bakal dipencar pasti membuat resah otak kiri mereka. Jantung kami memuncak ketika satu persatu stage member dipanggil dan diintruksikan berkumpul. Lama sekali nama ku terpanggil. Keringat dingin menghiasi kening ku yang sedikit lega. Finally, disebut juga nama ku. Aku belum mengerti, apakah ini awal atau justru akhir? Terlalu berat jika harus berpikir ke arah itu.

*Goes to MASUO
Training di EPSON
           Rupanya bukan hanya aku yang berpikir ini awal atau akhir, rekan-rekan yang lain juga mengidap hal serupa. Seorang leader ( Pak Suparman-Red) mengumumkan bahwa kami digabung dengan beberapa members line Teresa mengisi model Masuo. Sontak pertama kali mendengar nama itu aku tidak berpikir apa-apa karena jelas aku belum mengetahui seperti apa Masuo yang katanya Jumbo itu. Yah terisi sudah 74 orang yang akan mengisi line Masuo.

           Masuo kini menjadi langkah awal ku kembali di PT Kiyokuni Indonesia bersama rekan yang lain, ternyata kami tidak dipencar melainkan masih dalam satu lingkup line. Inilah berikut daftar members masuo yang aku ketahui, selebihnya aku kurang hafal.
Dari stage mecha 1 yakni Iman, Diki, Yedi, Cepi, Agus, Kiki, Joko, Tri, Sartono, Deni, Mahfud, Al Fatah, Irvan, Amin, Sehu, Asmawi, Galih, Bejo, Ngabdur, Engkos, Yadi, Ari, Basri, Arifudin, dan Kamaludin. Sedangkan sub Assy nya terdiri dari Separator 1st : Turyono, Rohadi, Heri, Asep, Gugun, dan Nanang.
Framebase 2nd : Masruri, Ramdan, Sandi, Rassid dan Roni
PGF : Rina, Iin, Manda,
Separator 2nd : Kotib, Yudi,Zainul, Robi, dan Tri
Cassete 2nd : Riyanto, Rohman, Ulumudin, Didik, Rizal dan Wahyu
Pick up 2nd : Ade karna Haryanto, Zainudin dan Faisal.
Cassete 1st : Asrofi, Sugeng, Aha, Yadi, Wandi, Basar dan Ipan
Carriage : Maya, Caca, Elisa dan Iwan
dan members lain yang tak ku ketahui namanya.

Ini Dia #Radar Neptunus
        Masa training yang dijalankan di PT Indonesia Epson Industry memakan waktu 10 hari. Melihat ruang lingkup Epson yang memang lebih mantap daripada Kiyokuni tentu membuat ku berdesir kagum. Lahan yang luas, ruangan yang bersih, toilet yang segar, mushola yang lega, kantin yang nyaman beserta hidangannya yg beraneka dihiasi dinding kaca di sebelah timur ruangan membuat cahaya matahari masuk mengenai kulit kami yang berkeringat kecil di pori-pori. Selain itu, aku juga terkagum takala aku melihat beberapa tanaman yang berada di tengah-tengah ruangan sekitar tangga ke lantai 2. Epson memberikan kesan yang konkret kepada ku, entah bagaimana dengan rekan-rekanku.
          10 hari terasa cepat berlalu, line Masuo pun telah siap running. Yah, beberapa hari sebelumnya memang tidak terasa serius bagi ku. Namun aku merasakan keseriusan itu sekarang dari beberapa atasan ku. Hari pertama running hanya seiza 3 buah mechanism saja. Alhasil, masih "NG"(Not Good-Red). Namun di hari berikutnya Masuo berhasil membangun pembuktiannya bahwa Masuo berpotensi. Yah, run-up pun terus terjadi terlebih setelah Masuo juga kena shift bersama line B. Sementara kami berada di posisi line A. Kejar-kejaran target pun terjadi tiap hari nya. Planning yang banyak menuntut kami diharuskan sering overtime kala itu. Semakin bersemangat dan berkobar teriakan PIC Masuo bernama Bang Tri Hardi dan A Epih Hidayah.

           Hujan tak selamanya turun, langit pun tak selamanya cerah. Masuo pun tak seterusnya berjaya. Ruangan yang semakin panas karena AC yang sering rusak, NG an yang kadang banyak keluar terlebih kalau sampai ke Epson dan pergantian PIC yang kadang terjadi membuat suasana tak dapat diadaptasikan lagi dengan mind set members Masuo. Yah, lebih parah lagi pada saat line Masuo dipindahkan lokasinya ke sebelah Timur Assembly yang ruangannya semakin panas. Pergantian PIC terus saja terjadi. Demo buruh juga sempat menghiasi perjalanan Masuo kala itu. Finally, congratz untuk PIC Masuo yang kini menjadi Karyawan Tetap. PIC pun kini telah tetap adanya yaitu Bang Tri Hardi, Mba Lulu Indah dan Mba Susanti. Kinerja mereka sangat lah baik sekali ditambah PIC Central Mas Safi'i yang tegas, berwibawa dan bijak setidaknya mampu membuat Masuo bertahan dalam keterpurukan. Yah, bagaimana tidak? Notabene members Masuo adalah laki-laki yang tentunya mengharapkan banyak lemburan saat itu. Namun nyatanya lemburan Masuo harus tersingkir oleh model lain yang baru. Masuo jarang sekali lembur, sesekali lembur pun karena ada beberapa faktor. Blangsak, blangsak dan semakin blangsak ketika satu persatu members Masuo mulai Resign, entah itu pindah ke perusahaan lain atau hanya bosan dengan Masuo yang begitu adanya.

                Sebenarnya aku juga merasa muak dengan kondisi line yang seperti ini, ditambah anak-anak stage ku mulai engga asyik. Kerja memang pada dasarnya untuk menjadi uang dan tentunya harus mengesampingkan hal-hal lain seperti mencari teman atau pun hal lainnya. Tapi kerja kalau tidak didukung dengan hal tersebut hanya akan memberi efek negatif seperti stres dan banyak pikiran. Maka dari itu, setelah teman dekat ku Aha Abdul Hakim memutuskan hijrah ke PT Kayaba Indonesia membuat ku termotivasi untuk mengikuti hal serupa walaupun berat resikonya. Yah, aku masih terpikir dengan hang-over yang baru-baru saja ku lakukan. Peralihan masa kerja dari magang menjadi kontrak itu membuat ku sedikit bernafas panjang untuk awaited salary hingga Februari 2013.
PIC MASUO Line A
Di LotteMart Cibitung :)
              Lama kelamaan aku dan yang lain terbiasa dengan Masuo yang seperti ini. Karena saking seringnya stopline terlebih pada shift malam, waktu yang longgar itu kami manfaatkan untuk ngobrol, bergurau dan tak dapat dipungkiri tidur pun kerap kami lakukan. Kebiasaan seperti itu yang terus berlanjut membuat kami berharap kalau Masuo bakal stopline setiap harinya. Bahkan tak jarang aku melihat dan mendengar beberapa members Masuo terlihat kesal jika Masuo tidak stopline pada jam kerja. Ironis sekali, banyak hal yang ku lihat dan ku alami di Masuo. Beberapa members yang asyik, unik, lucu, cuco dan bahkan aneh pun tak jarang ku temui. Sebut saja Abdul Rizal Sagita, Ahmad Ulumudin, Ari Hidayat, Engkos Kasi, Suryadi Syam, Agung Priyambudi, Ngabdurohim, dan beberapa orang yang lainnya memberi kesan tersendiri dengan sikap dan gaya humorisnya.
Buka Bersama
Tak bisa ku pungkiri juga beberapa orang yang sedikit menyebalkan di sekitar ku juga tak jarang ku temui. Ada orang yang hanya bergaul dengan sesama suku, ada juga orang yang hanya bergaul dengan teman lamanya dan tak mau berbaur dengan yang lain. Namun, justru ini yang membuat Masuo menjadi aset yang kaya. Members nya yang beragam dan PIC yang terlalu sangat perhatian. Well, aku mulai menyukai suasana Masuo.
Coco-coco #RadarNeptunus
          Tak hanya sampai di situ, aku makin menorehkan mata ku pada saat beberapa rekan sebut saja golongan-golongan Cuco tapi terlihat blangsak seperti Rizal, Wahyu, Engkos, Agung, Bedur, Abre, Yadi dan yang lain pada demam boyband dan #Radar Neptunus. Yah, istilah yang aku copy dari sebuah Film dramatis "Perahu Kertas" itu kini menjadi istilah trending kami setiap hari. Salam kedatangan dan menjelang kepulangan pun kami gunakan #Radar Neptunus itulah namanya mengangkat telunjuk dan menempelkannya di sisi kepala. Terlihat lucu, lebay, cuco dan puih itu kata Agung yang masih saja kuno menjalani hidup, kata Wahyu.
Closing Break Pasting :)

MTV Ampuh bersama Aha dan Ulum
          Dari beberapa members Masuo yang mungkin selalu terkenang jika aku melihat kembali foto kenangan bersama mereka adalah Family Gathering, Dufan bersama Aha, Manda, Kiki Cullen, Agus Age dan Tri Agustini serta Fani, nonton konser Karnaval SCTV bersama Aha dan Agus Age, Futsal di Mandiri, Futsal di Almuk, nonton Dragon Boys bersama Aha dan Ahmad Ulumudin, Wrath of the Titans bersama Fani dan Tri, sisanya suasana dan aroma line yang masih sangat berbaur dengan suasana hati seindah lembah Mandalawangi.
Dufan Line O YS
         Kini semuanya harus berbeda. Hidup tidak hanya tertumpu pada satu pilih. Kita punya banyak pilihan untuk menjalani hidup. Begitu juga dengan ku. Kalau ngomongin masa depan, tentu pilihan yang lebih baik yang menjadi prioritas. Tak terkecuali aku, yang memutuskan untuk Resign dari PT Kiyokuni Indonesia dan meninggalkan Masuo. Bukan karena apa, bukan karena siapa, tapi karena bagaimana hidup ini mengalir. Dan aku pun harus ikut mengalir. Masuo telah membaur dan menjadi separuh dari perjalanan ku. Selebihnya Life stars here..!!
Futsal Line O YS

          Hidup adalah soal keberanian, menghadapi yang tanda tanya. Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar. Terimalah dan hadapilah. Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara ku terima ini semua. Melampaui batas-batas hutanmu, melampaui batas-batas jurangmu. Aku cinta padamu Neptunus. Karena aku cinta pada keberanian hidup.


*PESAN
Hari ini aku lihat kembali
Wajah-wajah halus yang keras
Yang berbicara tentang kemerdekaaan
Dan demokrasi
Dan bercita-cita
Menggulingkan tiran
Aku mengenali mereka
yang tanpa tentara
mau berperang melawan diktator
dan yang tanpa uang
mau memberantas korupsi
Kawan-kawan
Kuberikan padamu cintaku
Dan maukah kau berjabat tangan
Selalu dalam hidup ini?


Harian Sinar Harapan 18 Agustus 1973
Bersama Kak Manda :)
#Radar Neptunus



Pranaluar di http://www.kiyokuni.co.id/doc/About.htm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar